Sejak 1979, Antartika Kehilangan Enam Kali Lebih Banyak Es Setiap Tahun

AKURAT.CO, Karena suhu rata-rata global terus meningkat, semakin jelas bahwa es di kutub mencair lebih cepat daripada sebelumnya. Menurut NASA ini adalah berita buruk mengingat Antartika sendiri memiliki tujuh kali lebih banyak daratan-es daripada semua sumber lain di dunia digabungkan, dan mengandung cukup air untuk menaikkan permukaan laut global hingga 190 kaki.
Dilansir dari laman Newsweek.com, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences telah menemukan kehilangan massa es tahunan di Antartika meningkat enam kali antara tahun 1979 dan 2017, sesuai dengan kenaikan permukaan laut lebih dari setengah inci pada periode itu.
Irvine dan Jet Propulsion Laboratory NASA, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
"Ketika lapisan es Antartika terus mencair, kami memperkirakan kenaikan permukaan laut multi-meter dari Antartika di abad-abad mendatang,” ujarnya.
Menurut Rignot dan timnya yang merupakan penulis utama studi dari University of California mengatakan jika penelitian ini adalah penilaian terpanjang massa es Antartika, yang juga mencakup wilayah geografis yang luas, yakni mencakup 18 wilayah berbeda secara total.
Untuk penelitian mereka, tim memeriksa gambar yang diambil pesawat riset NASA serta data satelit yang dikumpulkan oleh beberapa lembaga.
Temuan mereka menunjukkan bahwa antara 1979 dan 1990, Antartika kehilangan rata-rata 40 miliar ton es setiap tahun. Namun, pada periode 2009 hingga 2017, angka ini melonjak menjadi 252 miliar ton. Faktanya, tingkat kehilangan es untuk periode antara 2001 dan 2017 adalah 280 persen lebih tinggi daripada antara 1979 dan 2001.
Selain itu, penelitian ini menunjukkan bagaimana wilayah Antartika Timur telah memainkan peran penting dalam tren yang diidentifikasi.
"Sektor Tanah Wilkes Antartika Timur, secara keseluruhan, selalu menjadi peserta penting dalam kehilangan massa, bahkan sejauh tahun 1980-an, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian kami," kata Rignot.
Wilayah tersebut juga mungkin lebih sensitif terhadap perubahan iklim daripada yang secara tradisional diasumsikan, dan itu penting untuk diketahui. Hal ini karena menyatukan lebih banyak es daripada Antartika Barat dan Semenanjung Antartika.
"Daerah-daerah es yang dekat dengan air hangat cenderung menjadi tempat-tempat di mana hilangnya massa es yang terburuk," tambah Rignot.
Ketika pemanasan iklim dan penipisan ozon mengirimkan lebih banyak panas laut ke sektor-sektor itu, mereka akan terus berkontribusi pada kenaikan permukaan laut dari Antartika dalam beberapa dekade mendatang.
Arti penting dari penelitian ini adalah Antartika tidak meleleh hanya di beberapa daerah kecil, tetapi di daerah yang sangat luas dan hasil terbaru menggemakan penelitian internasional penting yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada Juni tahun lalu. Penelitian menemukan bahwa Antartika bisa kehilangan hingga 2.720 miliar ton es antara tahun 1992 dan 2017. Demikian pula, makalah tersebut menemukan bahwa laju kehilangan es meningkat tiga kali lipat selama periode ini.
Sumber : Akurat.co
Komentar
Posting Komentar