Desak KPK Tuntaskan Kasus Bank Century



Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menanggapi polemik artikel media asing Asia Sentinel soal skandal Bank Century yang menyeret Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kasus pencucian uang.

Bamsoet meminta KPK untuk segera menuntaskan skandal Bank Century. Sebagai inisiator Hak Angket Century saat itu, Bamseot telah telah merekomendasikan dugaan perbuatan melanggar hukum. 

Maka dari itu yang bisa dilakukan ialah mendesak KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Politisi Golkar ini juga meminta agar kasus ini tidak dibiarkan menggantung.

"Jangan sampai ini (kasus Bank Century) terus menggantung dan merugikan SBY itu sendiri," tutupnya.[]

Karenanya, Bamsoet juga mendukung niatan SBY menggugat Asia Sentinel ke ranah hukum. 

"Kita mendukung langkah SBY menarik ini ke ranah hukum," ucap Bamsoet di gedung DPR.

Pansus Angket Bank Century, kata Bamsoet, telah mengeluarkan rekomendasi ke KPK. Kasus ini jangan sampai banyak merugikan SBY.

Sebelumnya, dalam artikel berjudul 'Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy' yang ditulis John Berthelsen mengulas hasil investigasi kasus bailout Bank Century.

Menurut artikel tersebut, pemerintah Indonesia yang berkuasa pada 2014 melakukan konspirasi kriminal terbesar yang mencuri dana US$12 miliar dari pembayar pajak dan mencucinya melalui bank-bank internasional.

hasil investigasi setebal 488 halaman memuat 30 pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut. Hasil investigasi diajukan ke Mahkamah Agung Mauritania, bulan lalu.

Laporan, analisis forensik yang diketahui  sebagai bukti bukti, dikompilasi satuan tugas penyidik dan pengacara dari Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang, dan negara-negara lain. Kasus ini diduga melibatkan serangkaian lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (Singapore), dan lain-lain.

Banyak penipuan yang diduga memanipulasi status bank gagal PT Bank Century Tbk pada 2008 dan yang dikenal sebagai "bank SBY," referensi untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber : AKURAT.co

Editor : Blue_Team

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut Bulan Suci Ramadan, Fatin Shidqia Lubis Luncurkan Singel Baru Berjudul 'Bersyukurlah'

Jelang Ramadan, Imam Besar Istiqlal Minta Semua Pihak Rukun

seorang komisaris perusahaan dituntut untuk bertanggung jawab