Ibu Hamil Meninggal Gara=gara Obesitas

Perempuan yang menderita obesitas dan diabetes enam kali beresiko melahirkan anak dengan autis atau gangguan emosi dan masalah psikologi. | Dayli Mail

Kematian selama kehamilan justru mengalami peningkatan setelah bertahun-tahun mengalami penurunan. Itu sunggu mengkhawatirkan.

Berdasarkan penelitian Universitas Oxford, hal itu disebabkan karena kegemukan. Peningkatan itu tidak ada kaitannya dengan peningkatan keselamatan dan kesehatan ibu hamil yang telah dilaksanakan selama bertahun-tahun.

“Dokter kandungan harus waspada terhadap risiko obesitas dan usia ibu hamil,” kata profesor Marian Knight dari Universitas Oxford, dilansir AkuratHealth dari Daily Mail pada Selasa, (6/11).

Dia mengungkapkan, banyak perempuan tua yang hamil menyebabkan tekanan terhadap kondisi mental dan fisik.

“Selain itu, ibu hamil yang gemuk juga berisiko terhadap penyakit darah tinggi,” ujar Knight.

Dia mengungkapkan, ibu hamil yang sehat adalah muda dan menjaga kesehatan dengan baik.

“Perempuan yang hamil pada usia 40 tahunan berisiko meninggal dunia dibandingkan ibu hamil usia 20 tahunan,” jelasnya.

Penyumbatan pembuluh darah menjadi penyebab utama kematian selama kehamilan. Itu biasanya disebabkan karena kegemukan dan faktor usia.

“Perlunya ibu hamil menjaga berat badan agar tidak terlalu gemuk sehingga aman dari penyumbatan pembuluh darah,” kata para peneliti dari Oxford.

Berikut adalah 7 dampak obesitas pada ibu hamil yang sebaiknya kita waspadai.

1. Bayi lahir cacat

Kegemukan membuat tubuh ibu hamil tak mampu memerangi beberapa jenis infeksi. Kesehatan janin pun juga akan terancam jika ibunya mengalami infeksi, dan bayi bisa lahir dengan kelainan atau cacat bawaan.

Bayi yang dilahirkan ibu obesitas 3,5 kali berpeluang mengalami cacat saraf otak akibat tidak berkembangnya sistem tabung saraf (spina bifida). Selain itu, bayi dari ibu hamil yang obesitas juga dua kali berpeluang menderita kelainan jantung sejak lahir.

Kemungkinan buruk lainnya adalah bayi lahir dengan hydrocephalus (ukuran kepala lebih besar daripada ukuran normal), cleft lip (bibir sumbing) atau cleft palate (celah langit-langit mulut).

2. Mengidap diabetes gestasional

Ibu hamil yang kegemukan berpeluang menderita diabetes gestasional dan ini mengakibatkan tubuh janin menjadi lebih besar (macrosomia). Jika tubuh janin terlalu besar, sang ibu akan mengalami kesulitan saat melahirkannya. Besar kemungkinan ibu akan mengalami cedera atau trauma pada proses persalinan.

Selain itu ada kemungkinan ibu hamil mengalami preeklampsia (meningkatnya tekanan darah disertai kejang-kejang).

3. Lebih lama memproduksi ASI

Menurut sebuah studi yang dilakukan tahun 2014, tubuh ibu menyusui yang obesitas memerlukan waktu lebih lama untuk memproduksi ASI. Hal ini tentu akan sangat menyulitkan bagi bayi, terutama pada hari-hari pertama kelahirannya.

Studi itu menyebutkan, ibu menyusui yang kegemukan memerlukan waktu satu hari untuk memproduksi ASI. Ia juga akan sulit menempatkan bayi pada posisi yang pas saat menyusu.

4. Nyawa terancam saat operasi caesar

Dampak obesitas yang satu ini mungkin membuat Anda sedikit merinding. Mengapa bisa separah itu?

Dalam tubuh ibu hamil obesitas ada lebih banyak lemak yang menempel pada dinding perut dan membuat dinding perut menjadi lebih tebal. Ini membuat ada lebih banyak pembuluh darah yang mengalir pada dinding perut.

Saat bagian ini dipotong untuk mengeluarkan bayi, akan ada lebih banyak darah yang keluar. Sang ibu bisa saja mengalami komplikasi akibat kehabisan darah, kemudian meninggal dunia.

5. Bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth)

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh, semakin besar BMI (Body Mass Index/ Indeks Massa Tubuh) seorang ibu hamil semakin besar pula resiko stillbirth. Baca juga : Mencegah Stillbirth, Kematian Bayi di Dalam Kandungan

Hal ini terjadi karena tubuh ibu hamil menarik lebih banyak aliran darah, dan membuat aliran darah ke janin menjadi berkurang.

Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa kegemukan atau obesitas menjadi salah satu faktor utama penyebab stillbirth.

6. Bayi akan tumbuh menjadi anak obesitas

Like father, like son. Peribahasa ini ada juga benarnya. Bayi yang lahir dari seorang ibu kegemukan saat masa kehamilan akan tumbuh dengan tubuh yang besar juga.

Pernyataan ini diperkuat oleh sebuah studi oleh University of Colorado School of Medicine, AS. Tim peneliti menguji sampel yang diambil dari sel induk tali pusar bayi dengan berat tubuh normal dan wanita hamil yang kegemukan.

Hasilnya, sel induk wanita hamil mengandung lebih banyak lemak daripada sel induk bayi dengan berat lahir normal. Ini mengindikasikan bahwa sel tubuh bayi dari ibu kegemukan lebih cenderung mengumpulkan lemak.

7. Bayi berpeluang menderita asma saat dewasa

Sebuah penelitian oleh para ilmuwan dari Children’s Hospital of Pittsburgh mengungkapkan, anak dari ibu yang obesitas saat hamil lebih berpeluang memiliki asma daripada anak yang lahir dengan berat normal.

Meski ibu tidak memiliki riwayat asma, bukan berarti bayi akan aman dari dampak obesitas. Bisa saja ia menunjukkan gejala lain yang merupakan bagian dari dampak obesitas.

Penting bagi semua ibu hamil untuk menjaga kesehatan dan berkonsultasi pada doker secara rutin. Ini semua harus Anda lakukan untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan.

EDITOR : Achmad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut Bulan Suci Ramadan, Fatin Shidqia Lubis Luncurkan Singel Baru Berjudul 'Bersyukurlah'

Jelang Ramadan, Imam Besar Istiqlal Minta Semua Pihak Rukun

seorang komisaris perusahaan dituntut untuk bertanggung jawab